Internasional

Meninggal Tanpa Diketahui Orang Lain, Jasad Nenek di Spanyol Digerogoti Kucing

Clara Inés Tobón (79), seorang nenek di Madrid, Spanyol meninggal dunia tanpa diketahui oleh orang sekitarnya. Lantaran meninggal sendirian tanpa diketahui orang, jasad Clara Inés Tobón membusuk, bahkan hingga dimakan oleh kucing peliharaanya sendiri. Dilaporkan Zealand Herald, Clara Inés Tobón tinggal seorang diri sejak tahun 1966.

Jasadnya ditemukan oleh polisi nasional Spanyol pada akhir Mei lalu, menurut . Seorang petugas polisi mengunjungi apartemen itu setelah tetangga mengatakan mereka tidak melihat Tobón selama sebulan. Tetangga juga melaporkan adanya bau busuk yang tercium dari rumahnya.

Di dalam apartemen, petugas polisi menemukan jasad Tobón yang sudah membusuk. Jasad Tobón bahkan digerogoti oleh kucing kucing peliharaannya, menurut media lokal . "Pemandangan itu adalah hal terburuk yang pernah saya lihat sejak saya mulai bekerja," kata petugas itu kepada Metro.

Diyakini bahwa Tobón telah meninggal setidaknya selama tiga bulan, El Mundo melaporkan. Tes sedang dilakukan untuk melihat apakah wanita tua itu meninggal karena komplikasi COVID 19. Lima kucingnya mati karena kelaparan, tambah El Mundo.

Dua masih hidup tetapi dalam kondisi sangat buruk. Kucing kucing itu dikirim ke pusat perlindungan hewan setempat untuk dirawat. Sementara itu, apartemen Tobón dalam kondisi kumuh, penuh dengan kotoran hewan dan sampah, menurut El Mundo.

Ada kemungkinan Tobón menderita sindrom Diogenes, kata surat kabar itu. Sindrom Diogenes adalah gangguan yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap diri sendiri, penarikan sosial, dan penimbunan sampah atau hewan secara kompulsif, menurut Israel Journal of Psychiatry and Related Sciences. Kejadian serupa terjadi di Indonesia.

Dilansir , warga Kediri bernama Djoko Suwandito (73) yang selama ini tinggal sendirian ditemukan warga telah membusuk di ruangan dapur rumahnya, Senin (17/5/2021). Warga menemukan korban sudah membusuk dengan posisi duduk di kursi dekat kulkas ruang dapur. Diduga korban sudah meninggal sekitar 3 hari sehingga jenazahnya membusuk.

Selanjutnya penemuan mayat membusuk dilaporkan Ketua RT Toni Andreas kepada anggota Bhabinkamtibmas kemudian diteruskan ke Mapolsek Mojoroto. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Ni Ketut Suarningsih saat dikonfirmasi menjelaskan, dari informasi yang dihimpun petugas, korban tinggal di rumah sendirian. Ada tetangganya yang curiga, sudah tiga hari tidak ketemu dengan korban. Karena biasanya korban ke luar rumah.

Karena curiga kemudian tetangganya mengecek korban ke dalam rumah dan melihat korban dengan posisi duduk di kursi dalam kondisi sudah meninggal dan mayatnya membusuk. Sementara hasil pemeriksaan petugas identifikasi Polres Kediri Kota tidak ditemukan tanda tanda dugaan tindak penganiayaan. Dari hasil pemeriksaan petugas di TKP menemukan obat obatan dan uang tunai Rp 2.815.000 dan sebuah HP warna hitam silver.

Selanjutnya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum. Masyarakat kemudian memakamkannya di pemakaman umum Kelurahan Mojoroto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.